Facebook SDK

Hay SMAGOPEDIA! Punya Hobi Menulis? Ingin tulisanmu dibaca banyak orang? Yuk, kembangkan kreatifitas menulis kamu di lensasmago.com | Tulisan kamu akan dipublikasikan di Lensa SMAGO loh | Hasil karya bebas, bisa artikel, cerpen, puisi, dsb. | Kamu juga akan mendapat bimbingan langsung | Buruan Gabung, kita tunggu yah | Hubungi nomor Whatsapp berikut 0812 3310 3663 atau 0822 3436 2046




"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka", itulah  salah satu pesan Bung Karno kepada pemuda Indonesia.

 


28 Oktober selalu kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda, akan tetapi sejauh ini tujuan ikrar para pemuda yang dikumandangkan pada Kongres Pemuda 92 tahun yang lalu masih belum bisa terealisasi sepenuhnya. Pemuda merupakan agent of change atau agen perubahan bagi bangsa dan negaranya. Pemuda memegang peranan penting sebagai  motor dan penggerak perubahan.

 

Pada masa pergerakan nasional muncul banyak tokoh muda untuk memimpin perlawanan terhadap penjajahan bangsa Belanda. Pemuda dengan intelektual tinggi, mempunyai visi dan gagasan revolusioner dengan kegigihan dan semangat tinggi untuk merubah nasib bangsa dan negara agar merdeka  terbebas dari belenggu penjajahan. Pada  akhirnya  bersatu dan berikrar untuk berjuang bersama demi tercapainya tujuan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu seharusnya generasi muda sekarang atau biasa disebut dengan generasi milenial harusnya bisa meneladani, meniru bahkan terinspirasi dari para tokoh pergerakan nasional.

 

"Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri".

(Ir. Soekarno, Presiden RI)

 


Perjuangan di era sekarang bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, melainkan penjajahan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu para pemuda seyogyanya dalam berjuang tidak hanya mengandalkan kemampuan secara fisik saja, namun juga dengan kemampuan intelektual juga. Pemuda Indonesia  harus berpendidikan tinggi, berpola pikir luas dan revolusioner. Semangat Sumpah Pemuda jangan hanya dijadikan semangat untuk melakukan peringatannya saja, tapi ada bukti nyata juga untuk mewujudkan cita-cita Sumpah Pemuda demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

 

Pemuda harus mejadi garda terdepan untuk melakukan perbaikan dan perubahan, oleh karena itu pemuda harus mempunyai intelektual dan pendidikan yang tinggi, berwawasan luas serta revolusioner. Semoga dengan adanya peringatan sumpah pemuda senantiasa membuat generasi muda terinspirasi untuk terus memperbaiki diri agar bisa selalu menjaga persatuan, kesatuan dan mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia dikancah dunia.


Author : Bayu Baharsyah Hidayat




BACA ARTIKEL LAIN :
loading...

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...