Facebook SDK



LENSASMAGO - Pengorbanan sangatlah penting untuk terus ditumbuhkan di tengah tantangan dan problem kebangsaan yang semakin kompleks. Sekedar ‘ingat’ atau ‘tahu’ nama pahlawan saja tidak cukup untuk memperingati Hari Pahlawan dari tahun ke tahun.


Hay SMAGOPEDIA! Punya Hobi Menulis? Ingin tulisanmu dibaca banyak orang? Yuk, kembangkan kreatifitas menulis kamu di lensasmago.com | Tulisan kamu akan dipublikasikan di Lensa SMAGO loh | Hasil karya bebas, bisa artikel, cerpen, puisi, dsb. | Kamu juga akan mendapat bimbingan langsung | Buruan Gabung, kita tunggu yah | Hubungi nomor Whatsapp berikut 0812 3310 3663 atau 0822 3436 2046

 

Battle of Surabaya begitulah sebutan untuk peristiwa 10 November 1945. Pertempuran yang dipimpin oleh Bung Tomo, tokoh heroik yang mengobarkan semangat Arek-arek Suroboyo dalam melawan tentara sekutu di Surabaya.

 


Di momen peringatan Hari Pahlawan ini, saya ingin mengajak siapun yang membaca tulisan ini untuk berusaha menjadi Pahlawan, tentunya pahlawan yang sesuai dengan era sekarang. Pahlawan harus rela berkorban, dimana ‘pengorbanan’ menjadi barang mahal jika sudah bertemu dengan ego, ambisi, dan kepentingan pribadi atau kelompok.

 

Siapapun pasti mempunya cita-cita untuk menjadi Pahlawan. Di era sekarang sebutan pahlawan tentu mempunyai banyak arti dan peran, karena pahlawan masa kini bisa mencakup berbagai bidang, tidak hanya terfokus pada usaha mengusir penjajahan seperti leluhur kita dulu.

 


Kita ambil contoh bidang pendidikan, yang terbagi menjadi pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik. Ketiga unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Terlebih tahun ini kita semua dihadapkan pada kondisi pandemi yang membuat kita semua harus beradaptasi dengan tatanan baru. Kegiatan pembelajaran harus dilakukan dengan daring atau online, sekolah yang biasanya ramai menjadi sepi aktifitas. Akan tetapi dengan adanya pandemi seperti sekarang justru jangan dijadikan alasan untuk menyerah pada keadaan.

 

Dengan adanya momentum Hari Pahlawan ini mari kita semua meneladani semangat Bung Tomo dan Arek-arek Suroboyo dalam mengusir penjajah dengan cara kita menjadi pelopor patuh protokol kesehatan agar pandemi segera berakhir, dan kegiatan pembelajaran bisa berjalan dengan normal seperti sediakala.

 

Author : Bayu Baharsyah Hidayat

BACA ARTIKEL LAIN :
loading...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...