Facebook SDK

 


Para pembaca yang budiman dan dirahmati Allah SWT


Apa sebenarnya makna dari Niat?


Hay SMAGOPEDIA! Punya Hobi Menulis? Ingin tulisanmu dibaca banyak orang? Yuk, kembangkan kreatifitas menulis kamu di lensasmago.com | Tulisan kamu akan dipublikasikan di Lensa SMAGO loh | Hasil karya bebas, bisa artikel, cerpen, puisi, dsb. | Kamu juga akan mendapat bimbingan langsung | Buruan Gabung, kita tunggu yah | Hubungi nomor Whatsapp berikut 0812 3310 3663 atau 0822 3436 2046


Niat adalah kunci dari setiap ibadah, lantas apa makna niat yang sebenarnya?


Makna niat dapat dilihat dari segi bahasa dan segi syari’at. Menurut  Syeh Abu Syujjak Ahmad bin Husain bin Ahmad Al Afsahani dalam kitab Syarah Ghoyah At-Taqriib menyebutkan bahwa makna niat secara bahasa adalah :



Artinya : “Menyatakan kehendak maksudnya menyatakan kehendak apa yang akan dikerjakan oleh seseorang.

 

Adapun makna niat secara syari’at adalah



“Menyengaja untuk melakukan sesuatu bersamaan pada saat melakukan sesuatu tersebut.



Dalam kitab ini pula disebutkan  bahwa niat itu bertempat atau berada dalam hati.


Niat memiliki arti yang sangat penting dalam setiap ibadah, dalam hal ini bisa diartikan juga bahwa ibadah apapun yang kita lakukan ini sangat tergantung pada niatnya. Amal ibadah yang setiap saat kita laksanakan itu akan diterima oleh Allah SWT sangatlah tergantung dari niat yang kita lakukan. Contoh ketika kita beribadah shalat, apabila niat kita betul-betul khusuk dan hanya mengharap ridlo Allah SWT sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, Insya Allah SWT ibadah kita akan diterima Allah SWT. Akan tetapi sebaliknya apabila kita shalat, niat kita bukan karena Allah SWT tapi selain Allah SWT seperti kita shalat karena ada teman, karena ada pimpinan, karena ada calon mertua dan karena yang lain, maka pasti shalat yang kita lakukan  tidak akan diterima oleh Allah SWT dengan kata lain shalat kita tidak ikhlas, Na’udzubillah mindzalik tsumma nau’dzubillah.



Dari uraian di atas maka Rasululloh SAW bersabda dalam sebuah hadistnya yang  sangat populer berbunyi :



Yang artinya : “Setiap amal yang kita laksanakan itu sangat tergantung dari niatnya.”


Dari sini tersirat bahwa diterima dan tidaknya sebuah amal oleh Allah SWT itu sangat tergantung pada niat seseorang. Ada hadist yang lain yang disampaikan oleh Rasululloh SAW yang masih berkaitan dengan niat adalah :



Yang artinya : “Banyak amal yang dilakukan oleh seseorang yang kelihatannya sebagai amal dunia akan tetapi dicatat sebagai amal akhirat sebab bagusnya/baiknya niat,  dan sebaliknya banyak amal yang dilakukan  oleh seseorang yang kelihatannya sebagai amal akhirat akan tetapi dicatat sebagai amal dunia sebab jelek/dan salahnya niat.”  

 

Dari hadist tersebut telah jelas bahwa penentu suatu amal itu adalah karena niat seseorang. Suatu aktivitas yang kelihatannya adalah masalah duniawiyah, seperti bekerja di pabrik, bekerja di kantor, bekerja di sawah ataupun melaksanakan aktivitas yang lain kalau kita niati beribadah dengan membaca basmalah insya Allah SWT akan tercatat sebagai amal akhirat. Ammmin. Sebaliknya suatu amal yang kelihatannya amal akhirat seperti berangkat ke Majlis Ta’lim, pengajian, Umroh, puasa dan ibadah-ibadah yang lain akan tetapi karena niatnya hanya ingin dipuji teman, tetangga, dipuji atasan dan lain-lainnya maka ibadah yang dilakukan seseorang pasti tidak akan diterima. Oleh karena itu marilah sebelum kita melakukan sesuatu amalan kita tata dulu niat kita. Niat yang baik adalah niat karena Allah SWT dan untuk beribadah.



Apa kedudukan niat dalam setiap ibadah?


Dari paparan di atas lantas apa kedudukan niat itu dalam setiap ibadah, kedudukan niat dalam setiap ibadah antara lain :


1.   Sebagai rukun yang pertama dalam setiap ibadah (Penentu  diterima tidaknya suatu ibadah)


Setiap ibadah apapun akan diterima oleh Allah SWT bila kita berniat bila tidak niat maka ibadah yang kita lakukan pasti tidak diterima Allah SWT. Adapun niat itu bersamaan Ketika  kita akan melakukan suatu ibadah. Ketika sholat, niat bersamaan Ketika kita takbiratul ikhrom. Ketika puasa, kita berniat pada saat malam harinya dll.


2. Pembeda antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lain

 

Artinya Ketika kita niat suatu ibadah antara ibadah yang satu dengan yang lain kita melakukan dengan niat yang berbeda. Sebagai contoh Ketika kita sholat subuh pasti kita niat untuk sholat subuh Ketika kita sholat dzuhur kita ganti niat sholat sholat dzuhur Ketika kita akan melaksanakan sholat tahajud kita akan niat sholat tahajud. Di sinilah letak niat sebagai pembeda antara ibadah yang satu dengan yang lain.

 

3. Penentu ibadah seseorang menjadi khusuk dan ikhlas

 

Dengan niat yang kita ucapkan dengan lisan, dalam hati kita hadir dihadapan Allah SWT (khudurul Qolbi) maka akan menambah kualitas kita dalam beribadah yakni kekhusukan dan keihlasan.

 

4. Menambah Ghirroh seseorang semakin kuat dalam beribadah

 

Girroh dalam hal ini ….dengan niat kita akan memiliki semangat dalam beribadah. Ketika kita punya permohonan dan kebutuhan apa saja yang kita inginkan kita bisa melakukan shalat hajat (liqodo’il hajat) dan sholatul lail. Ketika kita ingin diberikan kemurahan, keluasan dan keberkahan rizki, kita bisa meng- istiqomah -kan shalat dhuha.

 

Semoga dari tulisan yang singkat ini bisa menjadikan wawasan ilmu kita, sehingga bisa kita laksanakan dalam kehidupan sehari hari hingga kita menjadi golongan hamba hamba Allah SWT yang Muttaqiin. Amiiiiiin.


 Wallahul Muwaffiq ila Aqwaamit Thoriq Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.


Author : Imam Mujahid, S.Pd. M.Si, Kepala SMAN 1 Gondang, Nganjuk



BACA ARTIKEL LAIN :
loading...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...