Facebook SDK


LENSASMAGO - Dewasa ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan medsos untuk hal-hal yang positif rupanya betul-betul bisa dirasakan. Kita dapat melihat diberbagai platform medsos begitu banyak konten-konten keagamaan yang dibagikan para netizen, seperti ceramah keagamaan, majelis dzikir, majelis sholawat dan berbagai aktivitas lain yang membuat medsos bisa memberi manfaat dan bernuansa religius.


Realitas demikian tak lain disebabkan animo masyarakat untuk menjadikan medsos sebagai ladang ibadah. Salah satu di antara ikhtiar tersebut adalah dengan mengagendakan khataman Al-Qur’an secara daring atau online. Hal ini biasanya dilakukan di grup-grup Whatsapp, di mana masing-masing anggota grup ditugaskan untuk membaca satu atau dua juz, hingga jika dijumlah semuanya mencapai 30 juz Al-Qur’an persesi. Dan kegiatan ini dilakukan selama sepekan, hingga kembali kepada putaran awal, sehingga estimasinya 1 anggota bisa khatam 30 juz persatu kali putaran.


Apakah khataman Al-Qur’an dengan model demikian diperbolehkan? Keutamaan apa saja yang didapatkan dengan melakukan khataman Al-Qur’an via online ini?


Hay SMAGOPEDIA! Punya Hobi Menulis? Ingin tulisanmu dibaca banyak orang? Yuk, kembangkan kreatifitas menulis kamu di lensasmago.com | Tulisan kamu akan dipublikasikan di Lensa SMAGO loh | Hasil karya bebas, bisa artikel, cerpen, puisi, dsb. | Kamu juga akan mendapat bimbingan langsung | Buruan Gabung, kita tunggu yah | Hubungi nomor Whatsapp berikut 0812 3310 3663 atau 0822 3436 2046

Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang besar nilai pahala dan barokahnya. Salah satu keutamaannya secara tegas dijelaskan dalam hadits:



“Apabila seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an, maka 60.000 malaikat memohonkan rahmat untuknya pada saat khatamannya” (HR Ad-Dailami).



Maka dapat disimpulkan bahwa tradisi khataman Al-Qur’an secara daring bisa dikategorikan mengkhatamkan Al-Qur’an baik secara individu maupun secara berjamaah baik offline maupun via online. Lebih-lebih pada saat ini, cara khataman daring bisa memotivasi orang lain untuk membaca atau mendengarkan Al-Qur’an, serta mendapatkan fadhilah berkumpul dalam majelis Al-Qur’an.



Mengenai fadhilah berkumpul dalam majelis Al-Qur’an, salah satunya disebutkan dalam hadits :



“Tidak berkumpul suatu kaum di rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) sembari melantunkan Al-Qur’an dan saling mempelajari Al-Qur’an di antara mereka, kecuali turun pada mereka ketenangan, rahmat Allah menaungi mereka, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut mereka dalam golongan orang yang ada di sisi-Nya” (HR Ahmad).


Maksud dari redaksi “rumah Allah” dalam hadits di atas adalah masjid. Namun, para ulama berpandangan bahwa penyebutan kata “rumah Allah” yang berarti masjid dalam hadits di atas bukanlah sebuah pengkhususan, sebab fadhilah berkumpul dalam majelis Al-Qur’an juga bisa didapatkan bagi orang yang berkumpul di tempat-tempat yang lain, termasuk via Online.



Pandangan ini seperti yang dijelaskan Imam an-Nawawi dalam kitab Syarh an-Nawawi li al-Muslim :



“Disamakan dengan masjid dalam hasilnya fadhilah yaitu berkumpul di madrasah, pondok dan tempat-tempat sesamanya, Insya Allah. Hal ini ditunjukkan dengan hadits setelahnya yang berlafalkan mutlak, sehingga mencakup semua tempat. Maka memberi batasan makna dalam hadits pertama keluar dari pemahaman umum, terlebih pada zaman tersebut. Maka tidak ada mafhum yang dapat diamalkan”.


Dengan demikian, tradisi mengkhatamkan Al-Qur’an via online layak kita support dan apresiasi setinggi-tingginya dalam rangka menjadikan medsos sebagai sarana yang positif, sebab dalam tradisi ini terdapat pahala yang amat besar, seperti membiasakan diri kita membaca Al-Qur’an, mendorong orang lain membaca Al-Qur’an, istiqomah membaca Al-Qur’an dan berkumpul dalam majelis Al-Qur’an. Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang tradisi ini, masyarakat akhirnya dapat lebih ikhlas dalam beramal dan lebih mengerti tentang manfaat yang didapatkan dalam tradisi khataman via online ini. Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.


Author : TIKOH ANGGONO, S.Pd.I., Guru SMAN 1 Gondang, Nganjuk



BACA ARTIKEL LAIN :
loading...

2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...