Facebook SDK



LENSA SMAGO - Hasil uji klinis Fase 3 (Tiga) sejumlah vaksin Covid-19 sudah diumumkan ke publik. Beberapa vaksin diklaim memiliki efikasi di atas 90 persen. Karena efikasi yang tinggi, sejumlah vaksin bahkan sudah mendapat izin digunakan di suatu negara. Vaksin yang sudah dapat izin adalah Pfizer/ BioNTech, Moderna, Sinopharm, dan Gamaleya.

 


Melansir Badan Kesehatan Dunia WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat itu berupa berupa perlindungan dari penyakit-penyakit yang berbahaya (PD3I).

 

"Efikasi vaksin adalah kemampuan suatu vaksin untuk melindungi masyarakat dari PD3I," kata WHO dalam laman resmi, dikutip Rabu (30/12).

 

Hay SMAGOPEDIA! Punya Hobi Menulis? Ingin tulisanmu dibaca banyak orang? Yuk, kembangkan kreatifitas menulis kamu di lensasmago.com | Tulisan kamu akan dipublikasikan di Lensa SMAGO loh | Hasil karya bebas, bisa artikel, cerpen, puisi, dsb. | Kamu juga akan mendapat bimbingan langsung | Buruan Gabung, kita tunggu yah | Hubungi nomor Whatsapp berikut 0812 3310 3663 atau 0822 3436 2046

Secara lebih spesifik, WHO berkata efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk melindungi dari penyakit dalam uji klinis terkontrol. Efikasi vaksin dinyatakan dalam persentase.

 

Efikasi vaksin biasanya diketahui dalam uji klinis fase 3. Pada fase itu, peneliti melihat efikasi vaksin dalam mencegah penyakit yang ditargetkan dan melakukan pengamatan lebih jauh tentang keamanan vaksin dengan melibatkan populasi yang lebih beragam dan jangka waktu yang lebih panjang.

 


Melansir Kominfo, efikasi adalah besarnya kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu di kondisi ideal dan terkontrol. Efikasi dihasilkan dari hasil uji klinis vaksin di laboratorium yang dilakukan kepada populasi dalam jumlah yang terbatas.

 

Kemkominfo juga menyampaikan efikasi berbeda dengan efektivitas vaksin. Efektivitas vaksin merupakan kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu, pada lingkup masyarakat luas yang heterogen.

 

"Dua aspek ini berperan untuk mengukur manfaat vaksin dalam mengendalikan penyakit yang dimaksud, dalam hal ini Covid-19," kata Kemkominfo.


 



Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo menyampaikan WHO telah menetapkan efikasi vaksin Covid-19 minimal 50 persen. Namun, dia menilai efikasi ideal untuk vaksin Covid-19 adalah 70-80 persen.

 

"Kalau kurang dari itu ya artinya semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kawanan," ujar Ahmad.

  

Sumber : CNN Indonesia




BACA ARTIKEL LAINNYA :
loading...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...