Facebook SDK

 

Video Dokumentasi KBM Daring Tanggal 16 September 2020


Pokok ajaran Islam ada tiga, yaitu iman, Islam, dan ihsan, atau akidah, syariah, dan akhlak. Iman kepada Qodlo’ dan Qodar dipelajari dalam bidang akidah atau keimanan karena keberadaannya menjadi salah satu rukun iman. Memahami Qodlo’ dan Qodar jika dihubungkan dengan ikhtiar (kebebasan memilih) memang sangat sulit. Akan tetapi, keimanan belum menjadi sempurna selagi kita belum beriman pada Qodlo’ dan Qodar.


A.  Pengertian Qodlo’ dan Qodar

Qodlo’ dan Qodar atau takdir berasal dari bahasa Arab. Qodlo’ menurut bahasa Arab berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Qodlo’ menurut istilah, yaitu ketetapan Allah kepada MakhlukNya yang bersifat azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh, makhluk atau alam semesta. Adapun Qodar atau takdir yaitu keputusan Allah SWT terhadap MakhlukNya berdasarkan Qodlo’.

Dengan kata lain, takdir merupakan perwujudan atau realisasi dari Qodlo’. Hubungan antara Qodlo’ dan Qodar sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Qodlo’ adalah ketetapan yang masih bersifat rencana dan ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian nyata itu bernama Qodar atau takdir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menggunakan kata-kata takdir, padahal yang dimaksud adalah Qodlo’ dan Qodar. Takdir itu sendiri dibagi atas dua hal, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.

1. Takdir Mubram

Takdir mubram, yaitu takdir atau ketetapan Allah yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun. Contoh-contoh takdir mubram antara lain sebagai berikut.

a.    Setiap makhluk pasti akan mengalami mati atau seseorang pasti hanya punya satu ibu kandung. Firman Allah swt yang artinya:


"tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS Ali Imran: 185)

b.    Manusia pasti mempunyai akal, pikiran, dan perasaan.

c.  Di alam semesta ini setiap benda bergerak menurut sunatullah. Artinya, segala sesuatu berjalan menurut hukum kekuatan, ukuran, sebab, dan akibat yang telah digariskan Allah. Kayu mempunyai kemampuan berbeda dengan besi, manusia berbeda kekuatan tenaganya dibandingkan dengan gajah, matahari, bulan, bintang, dan planet-planet hingga benda-benda yang terkecil bergerak sesuai dengan garisnya, dan waktu tak pernah berhenti.


2. Takdir Muallaq 

Takdir muallaq, yaitu takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. Setiap hamba diberi peluang atau kesempatan oleh Allah untuk berusaha mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik. Firman Allah swt.


 

 "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mau mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. " (QS At Ra'd: 11)

 

Berikut merupakan contoh dari takdir muallaq antara lain sebagai berikut. Hasan dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. la ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akan tetapi, ia menyadari bahwa penghasilan orang tuanya sangat terbatas sehingga ia mencari cara agar cita-citanya dapat tercapai. la belajar dengan tekun sehingga meraih prestasi tinggi dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Di tempatnya kuliah pun, ia masih tetap rajin belajar sehingga is kembali mendapatkan beasiswa, bahkan ia mendapatkan tawaran pekerjaan dan posisi yang cukup tinggi. Saat ini ia dapat hidup lebih layak daripada orangtuanya karena ia mau mengadakan perubahan, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi keluarganya.


B.  Dalil Naqli dan Aqli tentang Fungsi Iman kepada Qodlo’ dan Qodar


Dalil naqli adalah dalil yang diambil dari Al Quran dan hadis. Banyak sekali dalil mengenai keimanan terhadap Qodlo’ dan Qodar, antara lain sebagai berikut.

1.        Firman Allah swt.


 
"Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal." (QS At Taubah: 51)

2.       
Firman Allah swt.

 


 "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar: 49)


3.        
Firman Allah swt.


"maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya." (QS An Nahl: 61)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dikatakan bahwa telah diperintahkan kepada Malaikat Jibril supaya menulis empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasib rugi atau beruntungnya.


Adapun Dalil Aqli adalah dalil yang diambil dari akal yang sehat. Akal sehat membenarkan adanya kejadian di luar kehendak dan perhitungan akal manusia. Akal sehat juga mengakui adanya peraturan, ukuran, undang-undang, sifat, serta hukum alam atau sunatullah yang berlaku bagi alam semesta, umpamanya api bersifat panas, tanah bersifat padat, atau air laut terasa asin.


Orang yang ingin pintar harus belajar, ingin kaya harus berusaha, dan ingin merdeka harus berjuang. Allah telah membuat ketentuan takdir bahwa untuk mencapai sesuatu harus dengan berusaha, sedangkan ketentuan-ketentuan itu tidak dapat diubah. Firman Allah swt.

 



"Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. " (QS Al Ahzab: 62) 


 
"Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukurannya dengan serapi-rapinya " (QS Al Furqan: 2)


Wallahu A'lam, Semoga bermanfaat.

Author : TIKOH ANGGONO, S.Pd.I., Guru SMAN 1 Gondang Kab. Nganjuk




BACA ARTIKEL LAINNYA :
loading...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Untuk mendapatkan informasi terbaru dari LENSA SMAGO silahkan masukkan email anda, GRATIS!!!

loading...